Komunikasi Kolaboratif dalam Pelestarian Kawasan Konservasi Hutan Kawah Kamojang Bandung
Abstract
Komunikasi kolaboratif merupakan prasyarat dalam perencanaan berbasis komunikasi. Komunikasi kolaboratif memerlukan partisipasi, kesetaraan kekuasaan, serta kompetensi yang memadai dari para pemangku kepentingan. Pengelolaan kolaboratif kawasan konservasi didasarkan pada co-ownershif, co-operation, coresponsibility, dimana pengelolaan kawasan konservasi, dilakukan secara bersama dengan prinsip mengatur peranan dan tanggung jawab masing-masing yang dapat dilakukan oleh masyarakat dan seluruh stakeholder. Komunikasi kolaboratif merupakan prasyarat terciptanya pelestarian kawasan konservasi. Kolaborasi pemerintah, pelaku usaha, masyarakat dan pemangku kepentingan lainnya dalam berkomunikasi sangat krusial dalam pengelolaan hutan konservasi untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan tahun.
Full Text:
PDFDOI: http://dx.doi.org/10.25008/pknk.v2i01.199
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2019 Prosiding Konferensi Nasional Komunikasi
Indexed by:
View My Stats




.png)