Pencitraan Melalui Media Daring: Analisis Framing Situs Gubernur Sumatera Barat
Abstract
Di abad digital ini media daring menjadi salah satu instrumen pencitraan. Semua orang yang memiliki akses ke media daring berpotensi membentuk citra dirinya, tak terkecuali para pejabat politik dan politikus. Penelitian ini menganalisis media daring yang ditampilkan oleh Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno. Peneliti menggunakan Analisis Wacana Kritis (CDA) melalui pendekatan Analisis Framing versi Murray Edelman. Data yang dikumpulkan untuk dianalisis bersumber dari situs irwan-prayitno.com. Pertanyaan utama penelitian ini adalah: Bagaimana Irwan Prayitno membentuk pencitraan dirinya melalui kategorisasi dan rubrikasi yang tergambar dari teks dan susunan rubrik di media daring irwan-prayitno.com? Temuan penelitian adalah bahwa Irwan Prayitno konsisten mengabarkan informasi positif mengenai kiprahnya sebagai Gubernur. Rubrikasi diatur sedemikian rupa dalam rangka menyediakan informasi mengenai kinerja Gubernur Sumatera Barat yang penuh dengan ide dan kerja yang menyiratkan bahwa ia adalah pemimpin yang ilmuwan,berpendidikan, aktif, dan religius. Di sisi lain, situs ini tidak menyediakan sarana komunikasi interaktif semisal ruang untuk berdialog antara masyarakat dengan Gubernurnya.
Full Text:
PDFDOI: http://dx.doi.org/10.25008/pknk.v1i1.130
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2018 Prosiding Konferensi Nasional Komunikasi
Indexed by:
View My Stats




.png)